Search This Blog

Thursday, June 16, 2011

Gerhana Bulan dalam Pandangan Islam & Mitos

     





Bagi orang Arab Quraisy, gerhana bulan dikaitkan dengan kejadian-kejadian tertentu, seperti adanya kematian atau kelahiran, dan kepercayaan ini dipercaya secara turun temurun sehingga menjadi keyakinan umum masyarakat.
Di zaman Rasulullah, misalnya, pernah terjadi gerhana matahari yang bersamaan dengan kematian putra Rasul SAW yang bernama Ibrahim. Orang-orang pada saat itu menganggap terjadinya gerhana karena kematian putra Nabi tersebut.
Pemahaman yang salah ini diluruskan oleh Rasulullah. Dalam Islam, gerhana bulan adalah bentuk keagungan Allah sebagai Maha Pencipta. Sebagaimana sabda Rasullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhari Nomor 1.044, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Namun bagi sekelompok masyarakat, gerhana bulan dikaitkan dengan berbagai mitos dan tahayul. Di negeri China, orang percaya bahwa seekor naga langit membanjiri sungai dengan darah lalu menelannya. Itu sebabnya orang Cina menyebut gerhana sebagai “chih” yang artinya memakan.

Sampai abad ke 19 mereka biasanya membunyikan petasan untuk menakut-nakuti sang naga. Orang Indian juga percaya bahwa seekor naga lah yang membuat gerhana bulan. Mereka lalu menyembah sang naga dengan berendam sampai sebatas leher.

Sementara di Jepang, orang percaya bahwa waktu gerhana ada racun yang disebarkan ke bumi. Dan untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

Lalu, Kaisar Louis dari Perancis wafat setelah mengamati gerhana di tahun 840. Konon ia begitu bingung saat kegelapan selama 5 menit dan meninggal karena begitu takut.

Adapun di Indonesia, khususnya Jawa menganggap bahwa Batara Kala alias raksasa jahat, memakan bulan. Maka masyarakat Jawa khususnya anak-anak ramai memukul kentongan pada saat gerhana untuk menakut-nakuti dan mengusir Batara Kala.(viva news. inilah.com)

Monday, June 13, 2011

dingin vs panas

kemarau kini telah melanda kota jogja,coba rasakan di setiap detik terasa hembusan-hembusan udara yang mulai panas akibat telah usainya musim penghujan, kini gumpalan-gumpalan mendung sudah tak menampakkan diri dari pagi sampai sore hari , yang terlihat sekarang adalah birunya langit yang indah dan ketika malam tiba para bitang-bintangpun mulai bergantian berkelip dengan indahnya.seiring berlalunya musim hujan yang membuat udara sejuk kini berubah menjadi butiran-butiran debuh kecil yang berterbangan sana sini karena terpaan sang angin yang berhembus seraya tak pernah lelah. akan tetapi di sisi lain dari mulainya musim kemarau ini iyalah memanasnya udara hari2 ini yang membuathari hari menjadi sangat panas seakan akan di dalam oven raksasa dan jikalau malam hari udara menjadi dingin yang dikarenakan hembusan angin dari kutub selatan yang terbawa oleh angin ketika melintasi kota ini, itu semua berkat kuasa tuhan yang maha kuasa telah menciptakan keseimbangan ini, alangkah hebatnya.

Saturday, June 11, 2011

HAID TAK TERATUR TANDA OBESITAS DAN SAKIT JANTUNG


Gadis yang haidnya tak teratur cenderung mengalami obesitas dibandingkan mereka yang teratur siklus haidnya. Hal ini juga peringatan dini terkait diabetes penyakit jantung. Temuan charles Glueck dari pusat kolesterol dan metabolisme di jewish Hospital of Cincinati ini di muat dalam jurnal fertility and sterility.penelitian di prakarsai National Heart,Lung and Blood Instituteyang di ikuti 370m remaja. para peneliti mengukur kadar hormon, glukosa, insulin, tekanan darah, berat badan, serta lingkar pinggang. siklus haid disebut tidak teratur dan bilah lebih dari 42 hari. Gadis dengan haid tidak teratur sudah lebih gemuk pada usia 14 tahun dan lebih tinggi kadar hormon testorteronnya dibandingkan yang haid normal. ” Gangguan pada ovarium merupakan respons dari perubahan metabolisme tubuh dan peningkatan insulin,” kata Alice Chang, ahlli endokrin di pusat medis UT southwestern. menurut Gluek, periode haid  tak teratur bisa pertanda polystic ovary syndrome, penyebab masalah kesuburan.