“Mahasiswa Perbandingan Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama umat kristiani”
Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama (BEM-J
PA) mengadakan studi lapangan perayaan malam natal di gereja ST. Fransiscuc
Xaverius Kidul Loji dengan tema “Memahami Makna Natal Bagi Umat Kristen”. Acara
tersebut dilaksanakan pada sabtu malam minggu, 24 Desember 2011, bertempat di
Jl. P. Senopati 22 Yogyakarta, sebelah barat SMU pangudi Luhur.
Acara tersebut terselenggara berkat dana BEM-Jurusan Perbandingan
Agama. Seremonial Natal diawali dengan Missa (persiapan perayaan Natal) dimulai
pukul 17.30, dibuka dengan arak-arakan pasukan berjubah kuning dengan membawa makan
dan patung-patung sebagai symbol kepercayaan mereka.
Studi lapangan kedua ini sangat berbeda dengan yang perdana,
kegiatan studi lapangan pertama yang diselenggarakan BEM-J PA di candi mendut
dancandi Borobudur di magelang Jawa Tengah, saat perayaan waisak. Sedangkan
kali ini bertempat di gereja yang dipenuhi dengan patung yesus, bunda maria,
gambar-gambar santo. Pada kegiatan ini dikuti oleh 47 orang, 32 orang peserta
dan 15 orang dari pengurus BEM-J.
Acara perayaan malam natal yang diselenggarakan oleh BEM-J PA
di gereja St. Sanfransiscus Xaverius kidul loji disambut baik oleh romo dan
segenap panitia pelaksana. Saya senang sekali di datangi teman-teman dari UIN
dalam acara perayaan natal ini, “ungkap romo…….”
Selain itu, Rahmat fajar,selaku ketua BEM-J PA menegaskan tujuan
dilaksanakannya acara tersebut yakni memberi pengalaman langsung tentang natal.
Kak fajar, nama akrab ketua BEM-J PA ini menambahkan dengan harapan mampu
memahami simbol-simbol dan aspek-aspek teologis dalam Kristen (katolik).
Tanggapan dari salah satu perseta perayaan natal, Fatih,
mahasiswa Perbandingan Agama angkatan 2010 menyatakan bahwa dengan diadakannya
study lapangan ini, dapat menambah wawasan dan pembuka cakrawala. “Akan tetapi
ada yang kurang dalam pemfasilitasian, banyak teman-teman yang ingin ikut tapi
keterbatasan kuota”, ujarnya. “Semoga BEM-J PA ditahun berikutnya bisa
meningkatkan fasilitas dan kuota peserta”, tambahnya.
Erin Gayatri, mahasiswa Perbandingan Agama angkatan 2010
menegaskan, dengan study lapangan dapat memberi wawasan dan pengetahuan baru
mengenai kegiatan di dalam gereja, khususnya mahasiswa baru angkata 2011 yang
belum pernah masuk gereja, belum mendapat mata kuliah agama kristen, dan baru
pertama kali mengikuti perayaan natal. Momen paling berkesan dalam studi
lapangan perayaan malam natal yakni mulai dari mempelajari arsitek gereja, umat
(jemaat), hingga ritual. “saat dialog dengan romo, seolah di antara umat yang
berbeda agama pada hakikatnya tidak ada sekat dan halangan” ujarnya. Saya
sangat tersanjung mengamati ke-khusyu’-an umat katolik saat beribadah”
tambahnya.
selain perayaan natal, masih banyak lagi agenda BEM-J PA
terkait study lapangan dengan hari besar nasional seperti Imlek, Nyepi, Maulid
Nabi, Waisak, Wafatnya Yesus, Idul Fitri dan kegiatan ke-Agama-an lainnya.
*Penulis adalah crew buletin LORUS angkatan 2010