Periode Orientallisme
Secara kasar Orientalisme itu
dibagi menjadi tiga periode:
Periode pertama, ialah periode yang dimana Dunia Orientalisme
memandang Islam dengan segala aspeknya dengan pandangan jijik, permusuhan dan
benci.
Periode kedua, ialah periode dimana Dunia Orientalisme memandang
Islam dengan segala aspeknya dengan pandangan bimbang dan confusion tentang
kebenaran-kebenaran yang terkandung di dalamnya.
Periode ketiga, ialah periode dimana dunia Orientalisme menghampiri
Islam dengan segala aspeknya dengan penghampiran ilmiah.
Kemudian Prof. H. Ismail
Ja’kub,Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya di dalam bukunya dia membagi tahapan
kaum orientalisme menjadi empat periode:
a. periode Benci,
b. periode Sangsi,
c. periode Mendekat,
d. periode Toleransi.
Motif-motif
Orientalisme
Banyak sekali
para ilmuwan-ilmuwan yang mengungkapkan motif-motif orientalisme sendiri.
Diantaranya yaitu: Prof. Dr. Ali Hsni Al-Kharbuthly, seorang guruh besar di
‘Ain Syams dalam bukunya al-mustasyriqun wa ‘t-Tarikhu ‘I-Islami(kaum
orientalis dan sejarah Islam ialah:
a. Untuk kepentingan penyebaran agama Kristen
b. Untuk kepentingan penjajahan
c. Untuk kepentingan ilmu
pengetahuan semata-mata.
Dalam buku
al-Istisyraq wa ‘i-Mustasyriqun(Orientalis dan kaum Orientalisten) karya
Dr.Mustafa As-Sibaa’i. salah seorang
ketua jurusan Fiqh Islam di Universitas damaskus ,menerangkan bahwa
motif orientalis barat mempelajari ketimuran umumnya dank e-islaman khususnya
ialah sebagai berikut:
a. Dorongan keagamaan
b. Dorongan penjajahan
c.
Dorongan ilmiah.
TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER
ORIENTALISME BAB III

Oleh:
Zubaidi
(10520015)
JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA FAKULTAS USHULUDDIN,
STUDY AGAMA
DAN
PEMIKIRAN ISLAMUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN
KALIJAGA
YOGYAKARTA
REFERENSI
Siswanto Masruri,
“BAHAN AJAR ORIENTALISME”
,FAKULTAS USHULUDDIN UIN SUNAN KALIJAGA. 2009